'Cerpen' Semua Berawal Dari Mimpi
Tidak pada seperti biasanya hari ini saya mendapatkan pasien yang sangat ramai dan banyak pasien yang terkena penyakit tipes, meskipun sedikit lelah aku harus memebrikan pelayanan terbaik kepada pasien karena semua itu merupakan tanggung jawab saya sebagai seorang dokter.
Aku sangat gembira memiliki profesi yang saat ini aku jalani karena bisa menolong dan membatu sebagian banyak orang yang sakit.
Pada suatu hari tiba-tiba saya kedatangan seorang bapak tua yang datang ke rumahku pada pukul 11:00 WIB pada waktu itu juga saya sedang istirahat dan bapak tua itu meminta tolong memeriksa anaknya yang sakit tipes.
Bapak tua itu berkata
assalamualaikum dokter sambil membunyikan bel rumah saya.
waalaikumsallam ada bisa saya bantu pak, jawab dokter
Bapak minta tolong anak saya dokter, demamnya belum turun-turun sudah dua hari “ jawab bapak dengan perasaan yang panik.
kenapa tidak di bawa ke rumah sakit saja bapak, tanya pak dokter.
Bapak tidak punya uang pak dokter,,, jawab pbapak tersebut,,
“Dan akhirnya dokter pun memeriksa anak bapak tersebut dan dokter kasih obat dari berbagai obat dengan penurun panas.”
“Jawab bapak terimakasih ya pak dokter, dan saya cuma bawak uang Rp 20.000”
Jawab doter ita sama sama pak,,, uang nya gak usah bawak aja sama bapak buat ongkos bapak pulang karena ini sudah jadi kewajiban saya” untuk membantu orang lain” jawab dokter tersebut.
Dan tiba-tiba terdengar suara kriiing dan ternya suara dari alarm jam dan aku pun tiba-tiba terbangun dari tiddur.
“Ternyata itu semua cuma mimpi”
Perkenalkan saya siswa kelas 1 SMA dan saya memiliki cita-cita ingin menjadi seorang dokter karena di sisi lain saya ingin menjadi dokter ingin sekali dapat menolong orang lain yang tidak mampu. seperti ayah saya hanya seorang petani dan ibu saya seorang pembantu rumah tangga dari hal itulah saya ingin menjadi dokter supaya bisa menjadi orang yang sukses.
Pada Suatu hari tiba-tiba ayah jatuh sakit maka terpaksa ayag tidak bisa bekerja untuk menafkahi keluarga dari situ lah saya ingin berhenti sekolah dan dan menggantikan ayah yang sedang sakit untuk memenuhi kebutuhan dalam keluarga tetapi ibu sangat melarang kalau saya berhenti sekolah.
Buk saya mau berhenti sekolah dan saya mau Bekerja saja, aku tidak tega melihat ibu yang selalu bekerja keras untuk mencukupi biaya dalam berobat ayah dan biaya sekolah ku
Jangan ibu akan terus bekerja dan masih sanggup untuk membiayai berobat ayah dan biaya sekolah mu,,, kamu juga harus meraih cita-cita yang yang selama ini kamu ingin kan untuk menjadi orang yang sukses. kamu terus lah belajar semua bebean ini akan ibu tanggung semua, ibu masih kuat,,, jawab ibu sambil tersenyum menutupi supaya sayang anak terus sekolah…
Singkat cerita dari kehidupan ini, sang anak pun telah berhasil lulus dari SMA hingga mendapatkan nilai dengan yang baik dan memuaskan dan di terima salah satu universitas ternama mengambil jurusan ilmu kedokteran.
Lalu aku bangga atas apa yang aku lakukan dan dukungan dari kedua orang tuaku sehingga aku menjadi orang yang sukses karena beberapa tahun menjalanin kuliah di kedokteran lalu aku lulus dan menjadi seorang dokter
sungguh mencapai itu semua bukan perjalanan yang mudah untuk mencapai semua itu membutukan proses yang lama
Dan akhirnya mimpiku jadi kenyataan. Alhamdulilllah
0 komentar: